AD (728x60)

Monday, 3 February 2014

Banjir (Flood)

Share & Comment
 BANJIR (flood)


terlebih
:
(it’s) more so

lagi (a particle)
:
(to complete udah gitu)
secara sepihak
:
disagreed by others

latah
:
following a trend
dinaikin
:
raised

pas
:
when; during
habis mau gimana lagi
:
there’s nothing I (or we) could do

abangnya
:
the driver or the conductor of the bus
masuk jalan tol
:
take the toll road

ya cuma itu
:
that’s the only one
milih
:
choose

ya udah
:
well; never mind
muter
:
returning (to its base)

katanya
:
the bus crew said
udah gitu
:
what’s more

dibuat kesal
:
vexed; made angry by




Liputan6.com, Jakarta : Saat bencana banjir, tak jarang ada pihak yang mengambil keuntungan. Terlebih jika jasa tersebut dibutuhkan orang banyak. Seperti pada saat ratusan calon penumpang kesusahan karena Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat macet dan terlebih yang beroperasi sedikit, oknum sopir angkot menaikkan tarif secara sepihak.
Salah seorang warga Cengkareng, Nina (33) mengaku membayar tarif angkutan umum Kopaja 88 jurusan Kalideres - Slipi tidak seperti hari biasa. Bahkan naiknya hingga 100 persen. Nina yang karyawan Pengadilan Negeri Jakarta Barat itu pun terpaksa harus membayar tarif tersebut karena harus segera sampai kantor.
"Naik Kopaja 88 ongkosnya dinaikin jadi Rp 10.000. Katanya bus mau masuk jalan tol. Habis mau gimana lagi, angkutan yang lewat PN ya cuma itu," keluh Nina, Senin (20/1/2014).
Nina pun pasrah dan tetap naik Kopaja itu. Namun, Nina kembali dibuat kesal untuk kedua kali saat diturunkan oleh sang sopir sebelum sampai tempat tujuan. Angkutan Kopaja 88 itu memilih tidak melanjutkan perjalanan.
"Sampai di Jembatan Baru, Kopaja malah milih muter. Udah gitu, duitnya nggak dikembaliin lagi," gusar Nina.
Selain angkutan umum, sejumlah tukang ojek juga latah menaikkan tarif tinggi. Para tukang ojek mematok harga Rp 100 ribu dari Cengkareng ke Slipi. Begitu banyaknya kendala, akhirnya membuat Nina untuk memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke kantor dan memilih kembali pulang ke rumah.
"Tadi pas mau naik ojek, abangnya minta Rp 100 ribu, ya udah saya milih balik ke rumah saja," tukas warga Sumur Bor, Cengkareng ini. (Mvi/Sss)


http://news.liputan6.com/read/804746/banjir-jakarta-angkot-dan-ojek-jual-mahal
Tags:

About the author

Hening is a laid-back ENTP (by upbringing) and a solar-Scorpio-and-lunar-Sagittarius (by birth). She believes that thrifting is an art form that helps rewire our brain circuits for the better.

 

CLIENTS (2001-2019)

SMS/Text only: +1 (646)2 333 400

Copyright © Hening Dian Paramita as TRAVELINGUIST. | Templateism